Minggu, 19 Juni 2011

info keperawatan



Asuhan Keperawatan Pada Pasien dengan Dengue Hemorrhagic Fever (DHF)


DEFINISI
Demam Dengue, adalah demam virus akut yang disertai sakit kepala, nyeri
otot, sendi dan tulang, penurunan jumlah sel darah putih dan ruam-ruam.

Demam Berdarah Dengue atau Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) adalah demam
dengue yang disertai pembesaran hati dan tanda-tanda perdarahan.

Pada keadaan yang lebih parah bisa terjadi kegagalan sirkulasi darah dan
penderita jatuh dalam keadaan syok akibat kebocoran plasma. Keadaan ini
disebut Dengue Shock Syndrome (DSS).
GEJALA
Infeksi oleh virus Dengue menimbulkan variasi gejala mulai sindroma
virus nonspesifik sampai perdarahan yang fatal.Gejala Demam Dengue
tergantung pada umur penderita. Pada bayi dan anak-anak kecil biasanya
berupa demam disertai dengan ruam-ruam pada kulit. Pada anak-anak yang
lebih besar dan dewasa, biasa dimulai dengan demam ringan atau tinggi
(>39 derajat C) yang tiba-tiba dan berlangsung selama 2 - 7 hari,
disertai dengan sakit kepala hebat, nyeri di belakang mata, nyeri sendi
dan otot, mual-muntah dan ruam-ruam. Bintik-bintik perdarahan di kulit
sering terjadi, kadang-kadang disertai bintik-bintik perdarahan di
tenggorokan dan selaput bening mata.

Penderita juga sering mengeluh nyeri menelan, perasaan tidak enak di ulu
hati, nyeri di tulang rusuk kanan atau nyeri di seluruh perut.
Kadang-kadang demam mencapai 40 - 41 derajat C dan terjadi kejang demam
pada bayi.

DHF adalah komplikasi serius demam dengue yang dapat mengancam jiwa
penderitanya, ditandai oleh:

Demam tinggi yang terjadi tiba-tiba
Tanda-tanda perdarahan
Pembesaran hati
Kadang-kadang disertai syok
Tanda-tanda perdarahan pada DHF dimulai dari tes Torniquet positif dan
bintik-bintik perdarahan di kulit (ptechiae). Ptechiae ini bisa terlihat
di seluruh anggota gerak, ketiak, wajah, dan gusi. Juga bisa terjadi
perdarahan hidung, gusi dan perdarahan dari saluran cerna dan perdarahan
dalam urin.


Berdasarkan gejalanya DHF dikelompokkan menjadi 4 tingkatan :
Derajat 1: demam diikuti gejala tidak khas. Satu-satunya tanda
perdarah-an adalah tes torniquet positif atau mudah memar.
Derajat 2: gejala derajat 1 ditambah dengan perdarahan spontan.
Perdarahan bisa terjadi di kulit atau di tempat lain.
Derajat 3: terjadi kegagalan sirkulasi yang ditandai dengan denyut nadi
yang cepat dan lemah , hipotensi, suhu tubuh yang rendah, kulit lembab
dan penderita gelisah.
Derajat 4: terjadi syok berat dengan nadi yang tidak teraba dan tekanan
darah yang tidak dapat diperiksa.
Fase kritis pada penyakit ini terjadi pada akhir masa demam. Setelah
demam selama 2 - 7 hari, penurunan suhu biasanya disertai dengan
tanda-tanda gangguan sirkulasi darah. Penderita berkeringat, gelisah,
kaki dan tangan dingin dan mengalami perubahan tekanan darah dan denyut
nadi.

Pada kasus yang tidak terlalu berat gejala-gejala ini hampir tak
terlihat, menandakan kebocoran plasma yang ringan. Bila kehilangan
plasma hebat, akan terjadi syok, syok berat dan kema-tian bila tidak
segera ditangani.

Pada penderita dengan DSS, kondisi penderita akan cepat memburuk.
Ditandai dengan nadi cepat dan lemah, tekanan darah menurun hingga
kurang dari 20 mmHg atau terjadi hipotensi. Kulit dingin, lembab dan
penderita mula-mula terlihat mengantuk kemudian gelisah.

Bila keadaan ini tidak segera ditangani penderita akan meninggal dalam
waktu 12-24 jam. Dengan pemberian cairan pengganti, kondisi penderita
akan dengan cepat membaik. Pada syok yang berat sekalipun, penderita
akan membaik dalam 2-3 hari. Tanda-tanda adanya perbaikan adalah jumlah
urine yang cukup dan kembalinya nafsu makan.
DIAGNOSA
Pada awal terjadinya demam, DHF sulit dibedakan dengan infeksi lain yang
disebabkan oleh berbagai jenis virus, bakteri atau parasit. Setelah hari
ketiga atau keempat baru pemeriksaan darah dapat membantu diagnosa.



Diagnosa ditegakkan dari gejala klinis dan hasil pemeriksaan darah :

Penurunan jumlah trombosit (< 100.000 sel/mm3) Peningkatan konsentrasi sel darah (> 20% di atas rata-rata nilai normal)

Hasil laboratorium semacam ini biasanya ditemukan pada hari ke-3 sampai
hari ke-7.
Pengobatan

Untuk mengatasi demam biasanya diberikan parasetamol. Salisilat tidak
digunakan karena akan memicu perdarahan dan asidosis. Parasetamol
diberikan selama demam masih mencapai 39 derajat C, paling banyak 6
dosis dalm 24 jam.

Kadang-kadang diperlukan obat penenang pada anak-anak yang sangat
gelisah. Kegelisahan ini bias terjadi karena dehidrasi atau gangguan
fungsi hati.

Haus dan dehidrasi merupakan akibat dari demam tinggi, tidak adanya
nafsu makan dan muntah. Untuk mengganti cairan yang hilang harus
diberikan cairan yang cukup melalui mulut atau melalui vena. Cairan yang
diminum sebaiknya mengandung elektrolit seperti oralit. Cairan lain yang
biasa digunakan adalah jus buah-buahan.
Penderita HARUS SEGERA DIRAWAT bila ditemukan gejala-gejala seperti di
bawah ini :

Takikardia, denyut jantung meningkat.
Kulit pucat dan dingin
Denyut nadi melemah
Terjadi perubahan derajat kesadaran, penderita terlihat ngantuk atau
tertidur terus menerus.
Urine sangat sedikit
Peningkatan konsentrasi hematokrit secara tiba-tiba
Tekanan darah menurun hingga kurang dari 20 mmHg
Dengan tanda-tanda tersebut berarti penderita mengalami dehidrasi yang
signifikan, sehingga diperlukan pengganti cairan secara intravena
(infus-red). Oksigen juga diperlukan pada penderita yang mengalami syok.
Transfusi darah hanya diberikan pada penderita dengan tanda-tanda
perdarahan yang signifikan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar